Senin, 09 November 2009

wedangan pinggir jalan

menikmati wedang ronde plus gemblong bakar kas salatiga
















Dalam perjalanan pulang setelah letih bermain bola aku bersama temen2 mampir di warungan tenda pinggiran jalan di salatiga disitu menjajakan anekan menu .. tapi kami semua memilih untuk sekedar menik mati wedang ronde dan gemblong bakar....hangat dan so pasti nikmat ...!!!!, ada sekelompok pengamen yang menghampiri kami bersama ... Wajah kusam, rambut piran, baju kusut mengiringi lagu yang mereka bawakan… Meskipun sepertiny adalah orang yang tidak punya, sepertinya di dlam benak hari mereka masih ada semangat, yakni semangat untuk hidup… Terbukti dengan 8 buah lagu yang mereka nyanyikan sekaligus dengan santun dan suara tua yang napasnya terkadang terengah engah menyanyikan lagu lagu jawa... di iringi riang suara temen2...!!!
Fenomena tersebut mungkin hanya sekelumit cerita dari realitas dunia… Terkadang kita sangat sedih dengan kekurangan yang kita miliki, dan sering merasa iri pada kelebihan-kelebihan yang orang lain miliki… Klo memang benar kita merasa begitu maka sebenernya kita masih belum bisa bersyukur atas nikmat yang telah ALlah berikan kepada kita.
Padahal, setiap orang tentu saja punya kelebihan& kekurangn masing-masing.. marilah kita semua Bersyukur atas segala sesuatu yang kita punyai dan bersabarlah atas segala sesuatu yang mungkin kita anggap itu kekurangan kita… Allah swt berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azabku sangat berat.
Nah lo… Dear All my friends…. Jadi mulai saat ini kita tidak boleh bersedih atau mengeluh atas segala sesuatu yang kita miliki. Yakinlah bahwa Allah selalu memberikan kita yang terbaik bagi kita. Sabar & ikhlas ketika kita merasa kurang, dan syukur atas segala sesuatu yang telah diberikan merupakan kunci dari ketenangan dalam hidup ini. Selamat berjuang kawan2…!!! Jangan pernah menyerah dan pernah bersedih dalam mengarungi hidup ini…. Lah Tahzan !!! Karena sesungguhnya Allah bersama kita…
.:: Dipersembahkan untuk kelompok pengamen jalanan yg saya temui tadi petang di pinggiran jalanan salatiga, semoga kelak ada di antara kalian yang bisa baca tulisan ini… Amin.. ::..

3 komentar:

emi mengatakan...

Suatu petang pada Ramadhan kemarin aku tercekat oleh suatu kejadian.
Sehabis maghrib, aku keluar rumah
untuk menjemput anak dan suamiku di rumah ibuku.
Di tengah jalan, aku melihat sepasang kakek nenek sedang duduk beristirahat di pinggir jalan, dalam naungan pohon angsana. Si nenek memapah dan membantu si kakek untuk berdiri, kelihatannya mereka hendak meneruskan perjalanan.
Aku bimbang..hendak kemana mereka sebenarnya.
Lima ratus meter aku berjalan, kubalikkan motorku 180derajat. Mereka sudah tidak ada. Ku telusuri lagi jalan yang aku lewati tadi. Ah, itu mereka, sedang berjalan tertatih-tatih. Ternyata si kakek buta, dia berjalan dengan tongkat di tangan dan dituntun oleh si nenek.
Kutepikan motor, dengan sedikit berdebar, aku bertanya :
"Mbah, badhe tindak pundi?"
"Ajeng wangsul niki..", jawab nenek tua itu.
"Dalemipun pundi mbah?" aku bertanya kembali.
"Mriku kok, namung caket pasar Nggladak", sahutnya.
"Nitih becak mawon nggih, mbah, niku bapake kadosipun sampun sayah. Mangkih kula ingkang bayar. Nggih mbah, nggih".
Aku beranjak hendak memanggil abang becak yang mangkal di dekat belokan. Namun jawaban tak disangka meluncur dari mulut keriput mereka.
"Mboten sah, matur nuwun sanget. Kula tak mlampah kemawon wong sampun biasa, namung caket riku kok..Matur nuwun.."
Mereka berjalan perlahan, meninggalkan aku yang masih berdiri dengan tenggorokan tercekat.
Butir-butir hangat mengalir perlahan dari kedua mataku. Tubuhku serasa tak bertulang, lemas dan gemetar.
Ya Allah, kuatkan mereka, cukupkan kehidupan mereka..hanya doa dalam hati yang bisa kubisikkan. Hatiku bergetar oleh ketegaran mereka dalam menghadapi hidup. Apapun kesusahan yg mereka hadapi, aku menangkap ketenangan di mata nenek itu.
Ya Allah, betapa kami ini termasuk manusia-manusia dzalim yang seringkali tidak tau berterima kasih dan bersyukur kepada-Mu.
Dalam kehidupan yang kami miliki sekarang, keluh kesah senantiasa menemani. Rasa kurang selalu melingkupi.
Ya Allah, berikan berkah-Mu, kepada orang-orang yang selalu menjalani kehidupan mereka dengan tegar, dengan menjaga penuh kehormatan diri mereka.
Fabi'ayi 'alaa-i rabbikumaa tukazd zdibaan...
Aku melanjutkan perjalanku masih dengan sisa-sisa airmata yang perlahan mengering oleh tiupan angin malam..

4Ndik mengatakan...

Dalam hidup ini kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita hanya dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot do great things. We can only do small things with great love.

kahutindo_semarang mengatakan...

Berbuat baik untuk dan kepada orang lain merupakan jalan lebar
menuju kebahagiaan. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: "Di hari Kiamat
nanti, yakni saat Allah menghisab hamba-Nya, Dia akan berkata kepadanya,
'Wahai anak Adam, Aku lapar namun engkau tidak memberiku makan. Hamba
itu menjawab, 'Bagaimana mungkin aku memberi-Mu makan, sementara Engkau
adalah Rabb semesta alam?' Allah berkata, 'Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-
Ku, si Fulan ibn Fulan, sedang kelaparan, namun engkau tidak memberinya makan.
Ketahuilah, seandainya engkau memberinya makan, maka engkau akan dapatkan
semua itu di sisi-Ku.'

"Barangsiapa memiliki kelebihan bekal, maka hendaknya ia datang
dengan bekal itu kepada orang yang tidak memilikinya. Dan barangsiapa memiliki
kelebihan kendaraan, maka hendaklah dia datang kepada orang yang tidak memiliki
kendaraan."

Orang yang senang melakukan kebajikan, tak akan pernah menyesal
meski sangat banyak kebajikan yang telah dikerjakannya.

Kebaikan itu lebih abadi, walaupun itu dilakukan sekali........

Poskan Komentar