Selasa, 29 Maret 2011

haruskah seperti air

curug semawur
hidup seperti air mengalir..., benarkah..???? mari kita simak bersama
Yang mengatakan bahwa hidup ini jalani saja seperti apa adanya mengalir seperti air , alias pasrah selalu.
Coba anda sekali waktu merenung, jika kehidupan Anda mengalir seperti air. Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat lebih rendah. Air kadang masuk sungai, masuk selokan, masuk ke got kotoran, dll. Jika air itu banjir akan menabrak bebatuan dan merusak berbagai objek yang dilaluinya. Ya itulah air mengalir, tidak terkendali, melaju sesuai kondisi yang dilaluinya. Sedangkan kehidupan kita begitu berharga dan bernilai.
Nah, bagaimana setelah anda merenungkan hal tersebut. Apakah Anda menyukai filosofi hidup seperti itu. Sayangkan, jika kita hidup seperti itu, mengalir saja apa adanya sesuai kondisi yang ada, terkadang lurus, terkadang masuk ke got yang kotor, terkadang menghanyutkan orang lain.
Jadi, menurut saya filosofi hidup bagikan air mengalir itu tidak cocok bagi orang yang mau berubah maju. Hidup ini harus dikendalikan dan diarahkan untuk selalu ke arah lebih baik.
Posisi masa depan sangat tergantung dari pikiran anda saat ini. Jika pikiran Anda tidak memikirkan hal-hal untuk kemajuan atau kesuksesan Anda, maka jangan harap kehidupan Anda akan lebih baik. Kenapa? Ya, karena sebenarnya Anda tidak memiliki harapan atau keinginan untuk sukses. Artinya, jika setiap saat Anda hanya cukup menerima apa adanya, dan tidak pernah memikirkan untuk berubah lebih maju, maka itulah posisi Anda seperti yang ada dalam pikiran Anda selama hiudp ini.
Jika, Anda ingin berubah lebih maju, maka kini saatnya untuk membuka pikiran Anda dan mulailah memikirkan Anda menginginkan sesuatu yang lebih baik. Tumbuhkan dan pancarkan dalam pikiran Anda hal-hal yang ingin Anda capai. Jika dalam proses pencapaian menemui hambatan dan merasakan terjadi kegagalan, maka jangan menyerah. Anda tidak disebut gagal jika dalam setiap menemukan kegagalan tidak pernah berhenti berusaha untuk melaju terus mencapai keinginan. Orang yang benar-benar dikatakan gagal adalah jika menemui hambatan langsung berhenti. Itulah orang yang dikatakan gagal sebenarnya.
Dalam mencapai sukses dan keinginan tertentu terkadang ditemukan hambatan bertubi-tubi sehingga membuat seseorang berhenti dan putus asa, dan akhirnya menyatakan gagal. Padahal, untuk mencapai suatu tujuan, jika Anda menemukan hambatan besar, Anda cukup mengubah arah dan jalan yang dilalui, atau mengubah sama-sekali apa yang anda kerjakan. Tujuan utama untuk mengubah diri lebih baik tetap memiliki jalan yang sangat luas dan tanpa batas.

Gerakan pencapaian sukses sangat tergantung gerakan pikiran Anda. Oleh karena itu, setelah membuka pikiran (open mind) seluas-luasnya, dilanjutkan dengan selalu memancarkan isi pikiran Anda sekuat-kuatnya, dan setelah Anda akan menerima respon atas keinginan Anda tersebut. Respon yang Anda terima akan sangat beragam, bias jadi hanya berupa indikasi, bertemu dengan orang yang tak diduga-duga, atau Anda membaca berita atau iklan di tv atau media cetak, dan lain-lain. Selanjutnya Anda harus berlatih menyikapi berbagai respon dan kesempatan yang muncul mengarah kepada diri Anda.
Dan begitulah selanjutnya, bahwa kesuksesan itu anda harus tentukan sendiri yang diawali dalam pikiran Anda. Biasakan untuk selalu memikirkan dan memancarkan energi positip, karena setiap saat akan masuk dan muncul dalam diri manusia energi negative. Dalam diri manusia dan alam semesta termasuk alam gaid senantiasa berseliweran potensi negative, oleh Karena itu latih dan biasakanlah untuk selalu memancarkan kebaikan dari mulai berfikir, berucap, dan bertindak.

Jika Anda sudah terbiasa mengeluarkan energi positip, maka respon kebaikan akan banyak menghampiri diri Anda. Ingatlah hokum kekekalan energy, jika kita mengeluarkan energi (pikiran/ucapan/tindakan) positip, maka akan hadir balasan energi positip dalam bentuk lain. Sebaliknya, jika Anda mengeluarkan energi negative (pikiran/ucapan/tindakan) maka akan datang juga balasan hal-hal yang negative.
Mari kita fokuskan untuk hidup selalu maju dan lebih baik. Air akan sulit untuk naik ke dataran lebih tinggi, sementara dalam kehidupan kita selalu menemukan jalan turun, datar, dan naik. Maka ubahlah filosofi hidup mengalir bagai air menjadi hidup untuk mencapai yang lebih baik dengan membuka pikiran Anda.
Semoga bermanfaat

0 komentar:

Poskan Komentar